Pemberontakan Nuku

image

Setelah menelusuri arsip VOC di Den Haag dan Jakarta serta arsip East India Company di London, penulis buku ini berhasil mengungkap perlawanan Pangeran Nuku dari Kesultanan Tidore yang melawan dominasi Belanda serta sekutunya Sultan Tidore, Bacan, dan Ternate. Ke dalam, Nuku berhasil dalam perjuangannya berkat persekutuan lintas budaya yang menjangkau Kepulauan Maluku dan Papua. Ke luar, Nuku piawai membangun koalisi dengan para pedagang Inggris serta memaksimalkan kedekatannya dengan East India Company. Setelah 17 tahun memberontak, Nuku berhasil menguasai Tidore pada tahun 1797.

image

Poster Acara

Muridan, Akademisi yang Aktivis

Auditorium Gedung IV FIB UI (16 September 2013)

Dr. Muridan Satrio Widjojo, pengajar luar biasa Program Studi Prancis dan peneliti senior pada Pusat Penelitian Politik LIPI bidang Politik Nasional dan Lokal (terutama Papua), meluncurkan buku berjudul “Pemberontakan Nuku (Persekutuan Lintas Budaya di Maluku – Papua Sekitar 1780 – 1810)”. Buku ini merupakan terjemahan disertasinya “The Revolt of Prince Nuku: Cross-cultural Alliance – making in Maluku, c. 1780 – 1810” di Universitas Leiden, Belanda. “Sayang sekali, ketika aku di puncak karir usai riset disertasi yang melelahkan, aku harus menanggung sakit,” tutur Muridan pada sebuah kesempatan. Meski terlihat letih dan kurang sehat, Muridan menyempatkan hadir untuk melihat persiapan akhir sehari sebelum acara berlangsung. Acara yang diselenggarakan oleh Program Studi Prancis bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini digelar di Auditorium Gedung IV FIB UI pada 16 September 2013. “Aku masih banyak rencana dan gagasan yang belum sempat aku lakukan, tapi aku sadar waktuku tak banyak,” tambahnya.

Muridan memang dikenal sebagai aktivis sejak menjadi mahasiswa Sastra Prancis FSUI. Dia juga dikenal sebagai aktivis Jaringan Damai Papua (JDP) yang berjuang agar terjadi dialog damai antara Jakarta-Papua. Hidupnya dipersembahkan untuk Papua yang damai tanpa kekerasan. Perjuangannya bertahun-tahun keluar masuk pedalaman Papua yang berat adalah bukti kecintaannya pada Papua. “Papua adalah istri pertamanya, dan saya adalah istri keduanya,” ujar Riella, istri yang telah memberinya 2 anak kandung. Mereka juga memiliki 2 anak angkat yang berasal dari Papua.

Akhirnya berita duka itu pun muncul siang hari pada tanggal 7 Maret 2014. Muridan Satrio Widjojo, alumni dan salah seorang pengajar mata kuliah Dinamika Pemikiran Prancis sekaligus suami Suma Riella Rusdiarti, M.Hum., staf pengajar Program Studi Prancis, menghembuskan nafas terakhirnya di RS Mitra Keluarga Depok tepat pukul 14.15 WIB. Muridan tak kuasa melawan penyakit berat yang dideritanya selama 3 tahun terakhir. Dosen yang sangat detil dalam menjelaskan teori-teori filsuf dan sejarawan Prancis, Fernand Braudel itu pun harus beristirahat dalam keabadian. Selamat jalan, Ridan..

Dokumentasi Foto Peluncuran dan Bedah Buku ‘Pemberontakan Nuku’

Kami akan menjawab email Anda dalam 24 jam, kecuali pada hari libur. Semua email yang masuk akan kami jaga kerahasiaannya.

Terima kasih telah menghubungi kami.

Enter a Name

Enter a valid Email

Message cannot be empty